Minggu, Februari 03, 2008

SURVEI PERJANJIAN BARU (SEBUAH CATATAN DARI BUKU MERRIL C. TENNEY)

LATAR BELAKANG POLITIK

Kekaisaran Roma
Kitab Perjanjian Baru ditulis pada saat hampir seluruh dunia berada di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi. Beberapa kaisar Romawi:
1. Augustus, 27 SM- Tahun 14
2. Tiberius, tahun 14-37
3. Caligula, tahun 37-41
4. Claudius, tahun 41-54
5. Nero tahun 54 - 68
6. Galba, tahun 68 1. Otho, tahun 69
8. Vitellius, tahun 69
9. Vespasianus, tahun 69 - 79
10. Titus, tahun 79-81
11. Domitianus, tahun 81 - 96
12. Nerva, tahun 96-98
13. Trajanus, tahun 98-117
Tetapi di beberapa tempat dalam kitab Perjanjian Baru ada pula disinggung mengenai keadaan politik dalam abad yang pertama itu, dan kepentingan historisnya pun harus ditinjau dari latar belakang di atas.

Pemerintahan Propinsi
Kekaisaran Romawi terdiri dari aneka ragam kota yang berdaulat, negara, teritori yang berdiri sendiri yang semuanya tunduk pada pemerintah pusat. Propinsi-propinsi ini terbagi dalam dua bagian. Propinsi yang relatif damai dan setia pada Roma dipimpin oleh gubernur (Kisah 13:7) yang bertanggung jawab pada Senat Romawi. Propinsi lainnya yang lebih rawan berada di bawah pengawasan kaisar, yang sering kali menempatkan angkatan pcrangnya di sana, dan mereka dipimpin oleh para prefectus, prokurator (wali negeri), atau propraetor yang diangkat dan bertanggung jawab langsung pada kaisar. Di bawah pemerintahan para pejabat ini propinsi-propinsi menikmati cukup kebebasan. Kota-kota kerajaan diperkenankan untuk menjalankan pemerintahan dalam negcrinya sendiri dan bahkan boleh mencetak uang sendiri. Roma tidak pernah menghalangi kebebasan beragama dari rakyat taklukannya.

Kerajaan-Kerajaan Helenistik
Corak kebudayaan pada abad permulaan Masehi itu tidak hanya dipengaruhi oleh situasi politik Romawi melainkan juga oleh penyebaran semangat Helenis yang telah menembus Timur maupun Barat. Dan juga secara kebudayaan, wangsa Seleukus dan wangsa Ptolemeus memperkenalkan tradisi serta gaya hidup Yunani di Timur.

Latar Belakang Sosial dan Ekonomi
Latar belakang sosial.
Masyarakat Yahudi. Baik di kalangan Yudaisme maupun orang-orang kafir terdapat kelompok kaum ningrat yang kaya. Dalam Yudaisme mereka adalah kelompok alim-ulama, yang sebagian besar terdiri dari keluarga para imam dan tokoh para rabi.
Beberapa golongan masyarakat kafir pada zaman romawi
a. Kaum Ningrat
b. Kelas Menengah
c. Rakyat Jelata
d. Kaum Budak dan Penjahat

Hasil Kebudayaan yang ada pada zaman Romawi :
a. Kesusasteraan
b. Seni dan Ilmu Arsitektur
c. Musik dan Drama
d. Arena
e. Bahasa
f. Ilmu Pengetahuan
g. Sekolah.

Beberapa hal yang cukup mempengaruhi kehidupan pada zaman Romawi :
a. Dunia Ekonomi
b. Industri
c. Keuangan
d. Pengangkutan Dan Perjalanan.

Latar Belakang Keagamaan pada zaman Romawi
Secara umum terdapat lima jenis agama :
1. Pantheon Romawi-Yunani
2. PemujaanKaisar
3. Agama-Agama Rahasia
4. Pemujaan Alam Gaib
5. Filsafat-Filsafat
a. Platonisme
b. Gnostik
c. Neo-Platonisme
d. Epikurianisme
e. Stoicisme
f. Sinisme
g. Skeptisisme.

Agama Yahudi (Yudaisme)
Agama ini adalah agama nasional dan berasal dari bangsa Yahudi, tetapi pengikutnya tidak terbatas di kalangan mereka saja melainkan banyak anggota baru yang berasal dari luar. Pada waktu penduduk kerajaan selatan ditawan di Babilonia itulah Yudaisme mulai terbentuk. Suatu pusat peribadatan yang baru terbentuk dengan berdirinya sinagoge. Karena bangsa Yahudi hidup bcrpencar dalam pcmbuangan dan karena perjalanan yang mereka lakukan di tahun-tahun sclanjutnya, mereka membutuhkan semacam persekutuan ibadat di daerahnya masing-masing.
Hari raya orang Israel :
a. Hari Raya Paskah
b. Pentakosta, atau Hari Raya TujuhMinggu
c. Hari Raya Meniup Serunai, atau Tahun Baru (Rosh Hashanah)
d. Hari Pendamaian
e. Hari Raya Pondok Daun
f. Hari Raya Pelita
g. Hari Raya Purim

SISTEM KEPENDIDIKAN
Di antara Yahudi Perserakan, pendidikan pasti sudah sejak lama mendapat tempat yang penting, karena hanya keyakinan nasional mereka sajalah yang membuat mereka tetap bertahan dan tanpa kekuatan militer, mereka hanya dapat memelihara kepribadian nasional mereka dengan mempertahankan diri sebagai suatu kelompok yang terpisah dengan kebudayaan dan kehidupan rohaniah mereka sendiri. Sejak zaman Ezra, sudah ada pembacaan hukum Taurat secara umum dan penjelasan mengenai artinya-semacam pendidikan bagi orang dewasa yang dipertahankan dengan konsisten oleh sinagoge.

KESUSASTERAAN
Berbeda dengan bangsa-bangsa kuno lainnya, bangsa Yahudi adalah suatu masyarakat yang berlandaskan Taurat. Mungkin bangsa lain mem-punyai koleksi kesusasteraan yang lebih besar dan lebih bervariasi. Urut-urutan yang lazim dari buku apokrifa adalah sebagai berikut, I Esdras, II Esdras, Tobit, Yudit, Tambahan-tambahan pada Kitab Ester, Kebijaksanaan Salomo, Sirakh, Barukh, Nyanyian Tiga Pemuda Kudus, Kisah Susana, Dewa Bel dan Naga Babel, Doa Manasye, I Makabe, dan II Makabe.

SEKTE-SEKTE DALAM YUDAISME
Yudaisme tidak luput dari kecenderungan manusia untuk membentuk sekte-sekte dalam agama, yaitu :
a. Kaum Farisi
b. Kaum Saduki
c. Kaum Eseni
d. Kaum Zelot
DIASPORA
Meskipun secara adat, Palestina adalah tanah air bangsa Yahudi, bagian terbcsar dari orang Yahudi di Palestina justru tinggal di luar pcrbatasan Tanah Suci. Mereka disebut Yahudi Diaspora atau Pcrserakan.
Dalam Yahudi Diaspora ada dua kelompok yang berbeda—golongan Hebrais dan golongan Helenis.

Latar Belakang Yahudi bagi Perjanjian Baru
1. SIFAT YUDAISME.
Yudaisme yang ada pada awal abad Masehi sebagian besar adalah hasil masa pembuangan. Sebelum ditawan, ketaatan pendudk Israel dan Yehuda pada hukum hanya bersifat angin-anginan, banyak dilanggar daripada ditaati. Sebagai contohnya: pada abad ke 9 SM, seluruh kerajaan utara telah beralih pada pemujaan Baal dan baru berbalik kepada Yehova setelah usaha gigih Nabi Elia.
Pada saat penawanan penduduk kerajaan selatan di Babilonia, Yudaisme mulai terbentuk, pemujaan terhadap berhala sebagai yang mula-mula dilarang. Karena upacara kurban terpaksa harus dihentikan, maka mempelajari hukum atau Taurat mulai digalakkan. Kehidupan keagamaan di sekitar pusat peribadatan yang baru yang disebut sinagoge adalah suatu penyesuaian antara tata cara lama dan ibadat Yudaime pada keadaan mereka sekarang di tempat tinggal mereka.
2. APOKRIFA DAN PSEUDEPIGRAFA.
Berbeda dengan bangsa-bangsa kuno lainnya, bangsa Yahudi adalah suatu masyarakat yang berlandaskan Taurat. Setelah masa PL, yang diakhiri oleh kitab Maleakhi, nabi yang terakhir, sekitar tahun 450 sM, berkembanglah di Palestina suatu gerakan penulisan Alkitab yang disebut Apokrifa (terselubung / tersembunyi / rahasia dari bahasa Yunani). Urutan yang lazim dari buku apokrifa:
I Esdras, II Esdras, Tobit, Yudit, Tambahan-tambahan pada Kitab Ester, Kebijaksanaan Salomo, Sirakh, Barukh, Nyanyian Tiga Pemuda Kudus, Kisah Susana, Dewa Bel, Naga Babel, Doa Manasye, I Makabe, II Makabe.
Dimana kebanyakan buku tersebut ditulis pada masa peperangan dan kehidupan nasional yang kacau diantara waktu kembali dari pembuangan dan kehancuran Yerusalem. Terdapat juga kumpulan adat istiadat yang termuat dalam kitab Talmud yang disertai komentar para rabi pada masa !alu mengenainya. Talmud berasal dari kata lammid yang berarti mengajar. Terdiri dari 2 unsur: Mishnah (hukum lisan yang dikenal hingga akhir abad kedua Masehi) dan Gemara (tafsiran hukum lisan yang ditulis para cendekiawan di Babilionia dan Yerusalem di antara permulaan abad 3 hingga akhir abad kelima), dimana tafsiran atau bahasan ini terdiri dari dua jenis: Halakah yang berisikan peraturan Hukum Taurat dan Hagadah yang memuat ajaran umum atau lainnya yang tidak termasuk Halakah.
3. NASKAH-NASKAH LAUT MATI.
Ada beberapa jenis dokumen yang ditemukan di gua-gua di pesisir Laut Mati, terutama di daerah Qumran dan Wadi Murabba'at, yaitu:
a. Salinan buku-buku kanonik (PL) metiputi seluruh buku kecuali Ester dimana kitab Yesaya diketemukan secara lengkap.
b. Salinan naskah non kanonik, Apokrifa dan Pseudepigrafa.
c. Dokumen mengenai kehidupan masyarakat mereka.

Sifat-sifat Dasar Masyarakat Qumran
a. Penafsiran kitab suci dilakukan dengan metode pesher (penafsiran), dimana situasi sejarah yang kdiketmukan dalam ayat nubuat dipindahkan atau diterapkan dalam zaman serta situasi mereka sendiri.
b. Doktrin keselamatan meliputi iman pada Guru Kebenaran.
c. Seperatisme terhadap kejahatan dan kekuatan gelap.
d. Gaya hidup yang berdisiplin tinggi.
e. Orientasi keakhiratan.
f. Pengharapan pada Nabi yang akan datang serta Mesias.
g. Susunan masyarakat yang sangat teratur: imam, orang Lewi, orang awam, pengikut baru.
h. Kesucian harus dijaga.



PERJANJIAN BARU

Arti Nama Perjanjian Baru
Nama "Perjanjian Baru" berasal dari bahasa Latin "Novum Testamentum" yang merupakan terjemahan dari bahasa Yunani He Kaine Diatheke. Istilah Yunani ini biasanya digunakan untuk menyatakan "suatu pesan atau wasiat terakhir". Makna lainnya adalah suatu ketetapan yang telah dibuat oleh suatu pihak yang mungkin akan diterima atau ditolak oleh pihak yang lain, namun tidak dapat diubah oleh pihak yang lain, dan bila diterima, akan mengikat kedua pihak. Karena itu surat wasiat merupakan contoh yang baik untuk menjelaskan arti kata Latinnya yaitu Testamentum.

Isi Perjanjian Baru
Isi dari Perjanjian Baru dapat dikelompokkan berdasarkan tiga cara: menurut sifat
kesusasteraannya, menurut penulisnya, serta menurut periode penulisannya :
a. Sejarah :
Kelima buku Perjanjian Baru yang pertama, Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan Kisah Para Rasul berisi sejarah.
b. Pengajaran atau doktrin
I dan II Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, I dan II Tesalonika, Ibrani, Yakobus, I dan II Petrus, 1 Yohanes, Yudas. Sebagian terbesar dari karangan ini berbentuk surat kepada jemaat yang dimaksudkan untuk mengajarkan kepada mereka unsur-unsur iman Kristen serta pelaksanaan ajaran Kristen.
c. Pribadi
I dan II Timotius, Titus, Filemon, II dan III Yohanes. Surat-surat ini ditulis sebagai surat-surat pribadi yang ditujukan pada perseorangan bukan kelompok, dan dimaksudkan sebagai petunjuk atau nasihat pribadi.
d. Nubuat
Kitab Wahyu, buku terakhir dalam Perjanjian Baru. Kitab ini dimaksudkan untuk mengungkapkan masa kini dan masa yang akan datang. Karena gaya simbolisme yang kuat, dengan menggunakan penglihatan-penglihatan dan pengungkapan adikodrati, buku ini juga digolongkan dalam kepustakaan apokaliptik.
Kitab Penulis
Matius Matius
Markus Markus
Lukas Lukas
Paulus Roma
I Korintus
II Korintus
Galatia
Efesus
Filipi
Kolose
I Tesalonika
II Tesalonika
I Timotius
II Timotius
Titus
Filemon
Yohanes Yohanes
I Yohanes
II Yohanes
III Yohanes
Wahyu
? Ibrani
Petrus I Petrus
II Petrus
Yakobus Yakobus
Yudas Yudas

Kitab-kitab Perjanjian Baru tidak ditulis berdasarkan susunan yang lazim di dalam Kitab Suci. Ada 3 periode yang dipakai untuk menandai sejarah yang ada, yaitu :
1. Periode kelahiran yang meliputi seluruh masa kehidupan Yesus, dari tahun 6 SM hingga tahun 30.
2. Periode Perkembangan (tahun 30-60), yang memberikan kesaksian tentang perkembangan karya kerasulan.
3. Dari tahun 60 hingga 100 disebut periode pemantapan. Dalam beberapa hal periode ini dapat disebut periode misteri, karena tidak banyak sejarah gereja yang diketahui.

Dalam membahas Injil ada tiga hubungan kronologis yang patut diperhatikan :
1. Waktu di mana Injil itu diberitakan atau di mana kisah yang ditulis berlangsung.
2. Periode di mana bahan-bahan Injil ini disusun serta dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan ”penggunaan gereja”.
3. Waktu penerbitan yang sesungguhnya,

Kitab-Kitab Injil Sebagai Karya Sastera
Masing-masing Injil mempunyai topik sesuai dengan tujuan pengarangnya, dan lengkap dalam arti bahwa telah membawakan seluruh maksud pengarangnya.

MASALAH SINOPTIS
Bagaimanapun, ketiga Injil yang pertama, mempunyai hubungan yang lebih dekat dalam isi serta pengungkapan kata-katanya. Oleh sebab itu kitab Injil ini disebut Sinopis, yang berasal dari kata Yunani syn, "bersama" dan optanomai, melihat". Kitab-kitab ini menangkap kehidupan Kristus dari sudut pandangan yang sama. Keeratan hubungan ini telah menimbulkan suatu pertanyaan, yang disebut masalah Sinoptis, yang pada dasarnya adalah: Bila ketiga Injil sinoptis ini sepenuhnya berdiri sendiri dalam asal maupun perkembangannya, mengapa mereka begitu mirip satu sama lainnya, bahkan di banyak tempat ungkapan lisan dikutip sama persis? Sebaliknya, bila ketiganya memang mempunyai hubungan kepustakaan satu dengan yang lainnya, mengapa mereka mem-bentuk tiga kesaksian yang berdiri sendiri mengenai perbuatan serta ajaran Tuhan Yesus Kristus? Sebagai suatu contoh konkret dari ayat-ayat yang menimbulkan per-soalan ini, kita dapat mengambil peristiwa penyembuhan orang kusta dalam Matius 8:1-4, Markus 1:40-45, dan Lukas 5:12-16. Ada 3 teori yang mungkin bisa menjawab hal ini :
1. Teori tradisi lisan
Menurut Papias, Matius mencatat ajaran Yesus dalam bahasa Aram (dialek bahasa Ibrani), dan setiap orang menafsirkannya semampu mereka. Menurutnya, Markus adalah ahli kitab serta penerjemah Paulus, yang mencatat segala sesuatu yang diingatnya dengan tepat, tetapi tidak selalu menempatkannya dalam susunan peristiwa dan percakapan yang sesuai dengan aslinya. Ireneus (± tahun 170) juga mengikuti jalan pemikiran yang sama, dengan menyebut Injil Lukas sebagai suatu reproduksi dari khotbah-khotbah Paulus.

2. Teori peminjaman timbal balik
Dua di antara kitab-kitab Injil yang ada meminjam dari yang lainnya. Teori semacam ini, bila dapat diterima, akan menyangkal keaslian kedua Injil yang dikatakan telah menyalin dari yang ketiga. Kelemahan yang lain adalah bila Matius menyalin dari Lukas, mengapa banyak urutan peristiwa yang sangat berbeda, atau menghapuskan begitu banyak data yang terdapat dalam tulisan Lukas.
3. Teori sumber dokumen
Teori ini mengatakan bahwa Matius dan Lukas menulis Injil mereka berdasarkan Injil Markus, ditambah sebuah kumpulan Pengembangan lebih lanjut dari teori ini telah dikemukakan oleh Burnett Streeter. la menghubungkan Markus dengan Roma (± tahun 60), "Q" dengan Antiokhia (± tahun 50), dan dokumen "M" (cerita dan ajaran non-Lukas, yang khusus terdapat dalam Matius) dengan Yerusalem (± tahun 65), dan dokumen "L" dengan Kaisarea (± tahun 60), termasuk materi non-Markus dalam Lukas 3, 6, 9-18, 19, 22-24. Dari keempat asal-usul inilah Injil Pertama dan Ketiga berasal, sedang Markus salah satu sumber, berkembang sendiri.
Tidak satu pun teori yang sudah diuraikan secara singkat di sini berhasil memberikan jawaban yang memuaskan mengenai asal usul kitab-kitab Injil. Harus ada lebih banyak bukti sebelum suatu jawaban yang lengkap dapat diberikan bagi semua pertanyaan yang mungkin timbul. Namun, ada beberapa fakta yang nampaknya cukup pasti, yaitu
1. Injil Matius merupakan catatan yang dibuat Matius mengenai pengajaran Yesus, dalam suatu rangka cerita yang sangat mirip dengan Injil Markus kadang-kadang sampai kepada pemilihan kata-katanya.
2. Injil Markus merupakan jalur induk dari kisah pengajaran tentang Yesus. Injil Markus disusun oleh seseorang yang mempunyai hubungan dengan para rasul sejak kelahiran gereja dan ditulis ketika sebagian dari mereka, sekurang-kurangnya, masih hidup.
3. Injil Lukas merupakan catatan bebas dari rekan seperjalanan Paulus, yang menulis pada dekade ketujuh dalam abad yang pertama, dan yang menggabungkan rangka cerita dari khotbah-khotbah apostolik dan hasil pengamatannya sendiri.


Injil Matius
Injil yang pertama menurut tradisi dianggap tulisan Matius Lewi, seorang pemungut cukai yang dipanggil oleh Yesus menjadi salah seorang dari keduabelas muridNya (Matius 9:9-13; 10:3) dapat dikatakan tidak ada lagi yang diketahui mengenai dia kecuali nama dan pekerjaannya. Tempat penulisannya mungkin di Antiokhia dan ditulis sekitar tahun 50 hingga 70. Tema dari Injil Matius dinyatakan pada kata-kata pembukaannya: "Silsilah Yesus Kristus, anakDaud, anak Abraham" (Matius 1:1).
MATIUS: INJIL MESIAS
I. Nubuat Tentang Mesias Diwujudkan
Masa Advent 1:1-4:11
II. Prinsip Dasar Mesias Diberitakan
Kerajaan Allah Mulai Dikabarkan 4:12-7:29
Tantangan untuk Masuk 7:13-14
III. Kekuasaan Mesias diungkapkan
Mukjizat 8:1-11:1 Tantangan untuk Ikut 10:34-39
IV. Rencana Mesias Dijelaskan
Perumpamaan 11:2-13:53
Tantangan untuk Menerima 11:28
Tantangan untuk Memahami 13:51
V. Tujuan Mesias Dinyatakan
Krisis Tentang Salib 13:54-19:2
Tantangan untuk Bersaksi 16:13-15
VI. Kemesiasan Dipermasalahkan
Pertentangan Dengan Pihak Lawan 19:3-26:2
Tantangan untuk Bertobat 23:37-39
VII. Penderitaan Mesias Dijalani
Kematian dan Kebangkitan-Nya 26:3-28:10
VIII. Penutup
Kabar Angin dan Kenyataan 28:11-20
Tantangan untuk Bertindak 28:16-20

Di dalam Injil Matius saja kata-kata ”kerajaan surga”, diulang hingga tiga puluh tiga kali. Lima kali Yesus berbicara mengenai "Kerajaan Allah" (6:33, 12:28; 19:24, 21:31; 21:43). Injil Sinoptis yang lain menggunakan istilah "kerajaan Allah" di banyak tcmpat di mana Matius menggunakan istilah "kerajaan surga." Di dalam daftar ini adalah delapan perumpamaan yang ada dalam kitab Matius:
1. Seorang Penabur 13:1-23
2. Lalang di Antara Gandum 13:24-30, 36-43
3. Biji Sesawi 13:31-32
4. Ragi 13:33
5. Harta Terpendam 13:44
6. Mutiara 13:45-46
7. Pukat 13:47-50
8. TuanRumah 13:51-52
Empat perumpamaan yang pertama ditujukan pada masyarakat dan empat sisanya pada para rasul-Nya. Empat perumpamaan yang pertama menjelaskan tentang kerajaan surga kepada orang banyak. Keempat perumpamaan yang terakhir menyangkut aspek-aspek inti kerajaan: harga yang harus dibayar untuk mcndapatkannya, dua ke-mungkinan yang akan dialami oleh mereka yang mendengar tentang kerajaan surga, dan campuran antara unsur yang lama dan yang baru di dalam ajaran-Nya.
Tujuan dari Injil Matius adalah untuk menunjukkan penggenapan Yesus dari Nazaret sebagai Mesias dalam Perjanjian Lama. Meskipun sifat dari kitab ini sangat berciri Yahudi, ia juga ditulis bagi kepentingan umat kafir, karena perintah-Nya yang terakhir adalah bagi kedua belas rasul untuk menjadikan "semua bangsa" murid-murid-Nya (28:19).
SIFAT-SIFAT KHUSUS
1. Matius adalah Injil Pengajaran
2. Matius adalah Injil Jemaat
3. Matius adalah Injil Raja.


Injil Markus
Menurut tradisi penulisnya adalah Yohanes Markus, keturunan suatu keluarga Kristen di Yerusalem, pembantu dan wakil Paulus, Barnabas, dan mungkin Petrus. la adalah anak Maria, seorang kawan para rasul, yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul pasa! 12. Saksi tertua dari Injil Markus pada umumnya menghubungkannya dengan khotbah Petrus di Roma pada dekade ketujuh dalam masa kekristenan. Yohanes Markus selalu bersama-sama dengan Petrus, yang memberikan petunjuk-petunjuk yang diperlukan dalam penulisan. Markus juga menuliskan segala sesuatu tepat seperti apa yang diterima.. Sehingga bisa ada beberapa hal yang mendukung penulisan oleh Yohanes Markus:
1. Markus dibesarkan dalam lingkungan keagamaan Yudaisme.
2. Mungkin ia adalah saksi mata dari beberapa kejadian yang tercatat dalam Injil.
3. la adalah kawan dekat para pcmimpin apostolik dari gereja yang pertama, dan pasti sudah sangat memahami ajaran mereka tentang Yesus, dan tentang "kabar baik" yang mereka beritakan.
4. la sendiri turut mengambil bagian dalam tugas pekabaran itu, dan telah menyaksikan awal berdirinya misi kepada bangsa asing—bukan Yahudi.
Tahun pasti untuk penulisan adalah sebelum tahun 70, dan mungkin disusun pada masa yang sedikit banyak lebih awal. Injil Markus adalah suatu kisah sejarah yang menyajikan suatu gambaran tentang diri dan karya Tuhan Yesus Kristus. Tetapi Injil ini bukanlah semata-mata sebuah riwayat hidup, karena tidak berbicara tentang asal-usul keturunan, latar belakang lingkungan, kelahiran, pendidikan, atau keluarga tokoh utamanya, juga tidak berusaha memberikan keterangan iengkap mengenai tahap tertentu daiam kehidupan Yesus.
Pokok cerita dari Injil ini disarikan dengan baik di dalam ayat pem-bukaannya, "Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Yaitu memperkenalkan isi Injil ini dengan tepat Pribadi Yesus Kristus menguasai keseluruhan isi cerita.

I. Persiapan Nazaret 1:2-13
Pratanda Hingga Padang 1:2-8
Baptisan Gurun 1:9-11
Pencobaan 1:12-13
II. Awal Pelayanan
Pengenalan Kekuasaan Pekerjaan 1:14-5:43
Kelanjutan di Galilea Galilea 1:14-2:12
Pengajaran 2:13-4:34
Pelayanan Lebih Lanjut
Kekuasaan Dekapolis 4:35-5:43
III. Pelayanan Penuh
Pertentangan
Ketidakpercayaan Tempat Sunyi 6:7-29
Bahaya Politik
Sambutan Masa Tirus, Sidon 6:30-56
(Istirahat)
Adat Istiadat Dekapolis 7:1-23
Sensasi
(Istirahat) 7:24-8:26
IV. Akhir Pelayanan 6:7-29
Tantangan Pembukaan Rencana Tempat Sembunyi 6:30-56
Allah pada Para Rasul 7:1-23
(Istirahat) Tirus, Sidon 7:24-8:26
Pertanyaan kepada Orang Banyak Dekapolis
V. Akhir Pelayanan
Tantangan Pembukaan Rencana Kaisarea Filipi 8:27-10:31
Allah pada Para Rasul
(Istirahat) 8:27-9:50; 10:1-31
Pertanyaan kepada Orang Banyak Yudea dan Perea 10:32-13:37
VI. Perjalanan Terakhir Kayu Salib (Tempat) Dalam
(Ikhtisar: Topik) Perjalanan ke
Mengajar Para Rasul Yerusalem 10:32-45
Menyembuhkan Orang Sakit Yerikho 10:46-52
Dielu-elukan Ketika Masuk Yerusalem 11:1-11
Ke Yerusalem
Melayani Di Yerusalem 11:12-12:44
Nubuat Tentang Akhir Zaman 13:1-37
VII. Penderitaan: Malapetaka Betania 14:1-15:47
Rencana Komplotan Yerusalem 14:1-2, 10-11
Istirahat Di Betania 14:3-9
Perjamuan Terakhir 14:12-26
Getsemani 14:27-52
Diadili Di Hadapan Kayafas 14:53-65
Penyangkalan Petrus 14:66-72
Di Hadapan Pilatus 15:1-20
Penyaliban 15:21-41
Penguburan
VIII. Kebangkitan
Permulaan Kata-kata 16:1-8
Tambahan 16:9-20

Markus lebih menitikberatkan pada Yesus sebagai Anak Allah, juga hamba Allah. Markus adalah Injil perbuatan. Markus memberikan lebih banyak tempat bagi mukjizat daripada Injil-Injil lainnya, karena mencatat delapan belas dari jumlah keseluruhannya yang kira-kira tiga puluh lima kejadian. Tujuan dari Injil ini yang terutama adalah penginjilan atau penyampaian kabar baik. Yaitu suatu usaha untuk memperkenalkan diri dan karya Yesus kepada masyarakat sebagai suatu kabar baik.

Injil Lukas

Di antara ketiga Injil Sinoptis, Lukaslah yang paling banyak memberikan kctcrangan mengenai asal usulnya sendiri. Dari kata pembuka dalam injil ini dapat ditarik beberapa kesimpulan, bahwa:
1. Di zaman penulis sudah ada karya-karya lain yang hanya mengisahkan suatu bagian dari kehidupan Yesus atau yang memberikan laporan yang tidak benar tentang kehidupan dan pekerjaan Yesus.
2. Catatannya sudah mengenai usaha penyusunan yang sistematis atas fakta-fakta yang ada.
3. Fakta-fakta ini sudah dikenal baik di kalangan umat Kristen dan diterima secara terpisah dari berita tertulis yang ada. Lukas mengatakan bahwa fakta-fakta ini "telah terjadi di antara kita.
4. Penulis merasa setidak-tidaknya dirinya mempunyai pengetahuan yang sama banyaknya dan mempunyai kemampuan yang sama baiknya dengan yang lainnya untuk membuat laporan atas tanggung jawabnya sendiri.
5. Keterangan diperoleh berasal dari sumber yang terpercaya.
6. la mengenai baik fakta-fakta itu, baik melalui pengamatan atau penyelidikan, dan tentu saja ia hidup sezaman dengan kegiatan utama dalam kisahnya, dalam arti ia berada dalam satu generasi dengan mereka yang menyaksikannya.
7. Pengetahuan Lukas meliputi semua fakta penting. Injilnya mengandung banyak keterangan yang tidak terdapat dalam Injil lainnya dan yang paling mewakili kehidupan Kristus.
8. la mempunyai kemampuan untuk menulis dengan benar dan dalam urutan yang logis.
9. Tulisan Lukas ini mungkin ditujukan pada seorang pria dari kalangan atas dan nama yang digunakan di sini mungkin adalah nama baptisannya, Teofilus, yang secara harafiah berarti "kekaslh Tuhan" atau "dikasihi Tuhan".
10. Penerima tulisan ini sudah pernah diberi tahu secara lisan tentang Kristus, mungkin dari suatu khotbah yang pernah didengarnya, tetapi ia membutuhkan keterangan lebih lanjut untuk memantapkan pengetahuannya dan memperbesar keyakinannya pada kebenaran.
11. Tujuan Lukas yang sesungguhnya adalah untuk mcmbcri kawan-nya ini pengetahuan yang lengkap tentang kebenaran.

Jati diri penulis bergantung dari hubungan antara Injil Ketiga ini dengan Kisah Para Rasul. Bila Injil Lukas dan Kisah Para Rasul ditulis oleh orang yang sama. Dipercaya Lukas adalah penulisnya. Ada beberapa bukti internal yang mendukung kesimpulan ini. Penulis memiliki kemampuan menulis yang tinggi dan mungkin juga memiliki pendidikan yang tinggi. Tradisi eksternal juga mendukung kesimpulan yang mengatakan bahwa Lukas, tabib dan rekan Paulus, adalah penulis Injil yang ketiga. Ada dua batas waktu yang menandai perkiraan masa penulisan Injil Lukas, yaitu sebelum Kisah Para Rasul dan setelah perkembangan agama Kristen sampai kepada saat ketika ia mulai menarik minat orang asing seperti Teofilus. Mungkin tahun 60 dapat dijadikan sebagai patokan. Tidak ada petunjuk di dalam Injil ini tentang tempat penulisannya. Mungkin ia ditulis di luar Palestina, meskipun ada kemungkinan ia disusun di Kaisarea. Materi Tnjil Lukas disusun di sekitar konsep utama tentang Yesus sebagai seorang manusia yang menjalani kehidupan Anak Manusia yang sempurna dan terhormat melalui kekuasaan Roh Kudus. Perkembangan dari konsep ini berakar dari Lukas 2:11, di mana sang bayi dinyatakan sebagai "Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan." Lukas bermaksud memberikan suatu pengajaran yang benar kepada Teofilus untuk meluruskan ajaran yang selama ini sudah diterimanya.

LUKAS: INJIL PENYELAMAT UMAX MANUSIA
I. Kata Pembuka 1:1-4
II. Persiapan bagi Sang Juruselamat 1:5-2:52
Pewartaan Kabar Gembira 1:5-56
Kelahiran Yohanes 1:57-80
Kelahiran dan Masa Kecil Yesus 2:1-52
III. Perkenalan Sang Juruselamat 3:1-4:15
Pelayanan Yohanes 3:1 -20
Pembaptisan 3:21-22
Silsilah 3:23-38
Pencobaan 4:1-13
Kembali ke Galilea 4:14-15
IV. Pelayanan Sang Juruselamat 4:16-9:50
Pernyataan Tujuan-Nya 4:16-44
Perwujudan Kekuasaan-Nya 5:1-6:11
Penunjukan Para Pembantu-Nya 6:12-19
Pernyalaan Prinsip Ajaran-Nya 6:20-49
Pelayanan Belas Kasih-Nya 7:1-9:17
Pemberitahuan tentang Penyaliban 9:18-50
V. Misi Sang Juruselamat 9:51-18:30
Tantangan Masyarakat 9:51-62
Penunjukan Ketujuh Puluh Murid 10:1-24
Pengajaran tentang Kerajaan Allah 10:25-13:21
Timbulnya Pertentangan Masyarakat 13:22-16:31
Nasihat kepada Para Murid 17:1-18:30
VI. Kesengsaraan Sang Juruselamat 18:31-23:56
Peristiwa-Peristiwa Dalam Perjalanan 18:31-19:27
ke Yerusalem
Kedatangan di Yerusalem 19:28-44
Pertentangan di Yerusalem 19:45-21:4
Ramaian Tentang Yerusalem 21:5-38
Perjamuan Malam Terakhir 22:1-38
Pengkhiauatan 22:39-53
Penangkapan dan Pengadilan 22:54-23:25
Penyaliban 23:26-49
Penguburan 23:50-56
VII. Kebangkitan Sang Juruselamat 24:1-53
Kubur yang Kosong 24:1-12
Penampakan di Emaus 24:13-35
Penampakan kepada Para murid 24:36-43
Pengutusan-Amanat Agung 24:44-49
Kenaikan 24:50-53

Seperti Injil-lnjil lain-nya, Lukas meletakkan dasar teologi, bukan mengembangkannya sebagai subjek, tetapi doktrin tentang diri Kristus, serta sifat dan makna per-tobatan, keselamatan, dosa, pcmbenaran, penebusan, dan lain-lainnya cukup jelas bagi pembaca. Ajaran tentang Roh Kudus juga mendapat tempat tersendiri.


Injil Yohanes

Injil Yohanes adalah yang paling berbeda dan mungkin yang paling berharga di antara keempat Injil kanonik. Percakapan pribadi jauh lebih banyak, dan hubungan pribadi Yesus lebih ditekankan daripada hubungan umum-Nya dengan masyarakat. Injil ini sangat bercorak teologis, dan terutama mem-bahas sifat-sifat pribadi Yesus serta makna iman kcpada-Nya.
Menurut tradisi ia ditulis oleh Yohanes anak Zebedeus, ada beberapa bukti tentang penulis dari Injil Yohanes : Yang pertama, ia adalah seorang Yahudi yang sudah terbiasa berpikir dalam bahasa Aram, meskipun Injil ini ditulis dalam bahasa Yunani. Perkiraan waktu penulisan Injil keempat sangat bervariasi berkisar antara tahun 40 hingga 140, bahkan lebih belakangan daripada itu.
Ada tiga kata yang menonjol dalam uraian yang singkat ini: tanda, percaya, hidup. Kata yang pertama mengandung petunjuk tentang susunan Injil ini di seputar sekumpulan mukjizat yaitu Mengubah Air Menjadi Anggur, Menyembuhkan Anak Pegawai Istana, Menyembuhkan Orang Sakit di Betesda, Memberi makan Lima Ribu, Orang Berjalan di Atas Air, Menyembuhkan Orang Buta, Membangkitkan Lazarus.
Kata kedua, percaya, mengartikan percaya pada Kristus sebagai menerima Dia (1:12),
men-jadikan-Nya bagian dari kehidupan kita. Karena diyakinkan oleh tanda-tanda, yang merupakan bukti dari kekuasaan pribadi Yesus, maka iman orang-orang yang percaya makin diperteguh.
Kata penting yang ketiga di dalam Injil ini adalah hidup; adalah rangkuman dari segala sesuatu yang dikaruniakan kepada orang yang percaya melalui penebusan-Nya.

I. KataPembuka 1:1-18
Tema Dinyatakan: Percaya
II. Periode Renungan 1:19-4:54
Penyajian Objek Kepercayaan
Kesaksian Yohanes 1: i 9-51
Kesaksian Pekerjaan Yesus 2:1-22
Kesaksian Perkataan Yesus 2:23-4:54
III. Periode Perdebatan 5:1-6:71
Perkara Orang yang Percaya dan
yang Tidak Percaya
Dinyatakan dalam Perbuatan 5:1-18
Dinyatakan dalam Argumentasi 5:19-47
Dinyatakan daJam Peragaan 6:1-21
Dinyatakan dalam Ajaran 6:22-71 IV.
IV. Periode Pertentangan 7:1-11:53
Bentrokan Antara Percaya dan Tidak Percaya
Pertentangan Dijelaskan 7:1-8:59
-Dengan Sanak Keluarga Yesus 7:1-9
-Dengan Orang Banyak 7:10-52
-Wanita yang berzinah 7:53-8:11
-Dengan Kaum Farisi dan Orang Yahudi 8:12-59
Pertentangan Digambarkan 9:1-11:53
-Dalam Peristiwa Orang Buta 9:1-41
-Dalam Ajaran Gembala yang Baik 10:1-21
-Dalam Argumentasi 10:22-42
-Dalam Kebangkitan Lazarus 11:1-53
V. Periode Genting 11:54-12:36
Pernyataan Tentang Percaya dan Tidak percaya
VI. Periode Pertemuan 12:36b-17:26
Peneguhan Iman
Peralihan 12:36b-13:30
Pertemuan dengan Para Murid 13:31-16:33
Pertemuan dengan Bapa 17:1 -26
VII. Periode Pelaksanaan 18:1-20:31
Kemenangan Atas Ketidakpercayaan
Pengkhianatan 18:1 -27
Pengadilan di Hadapan Pilatus 18:28-19:16
Penyaliban 19:17-37
Penguburan 19:38-42
Kebangkitan 20:1-29
VIII. KataPenutup 21:1-25
Tanggung jawab kepercayaan

Kata Pembuka (1:1-18) dimulai dengan menggunakan istilah Firman untuk memperkenalkan diri Kristus. Kristus adalah orang Yahudi; Tuhan bukan orang Yahudi; Yesus adalah manusia; tetapi Firman atau Logos mengandung arti filsafat. Pemyataan Yesus terdiri dari tujuh pokok AKU-LAH,
1. Roti hidup 6:35
2. Terang dunia 8:12; 9:5
3. Pintu (bagi domba-domba) 10:7
4. Gembala yang baik 10:11, 14
5. Kebangkitan dan hidup 11:25
6. Jalan, dan kebenaran, dan hidup 14:6
7. Pokok anggur yang benar 15:1

Seperti telah dinyatakan sebelumnya, tujuan dari Injil ini adalah untuk mempertahankan suatu keyakinan (apologetic). Semua Injil memang dimaksudkan untuk menanamkan keyakinan pada mereka yang membaca atau mendengar orang membacakannya untuk mereka. Ada kemungkinan bahwa Injil Yohanes sengaja ditulis untuk melengkapi bcrita tentang kehidupan dan pekerjaan Yesus yang sudah ada pada masa itu dan yang sudah dinyatakan secara tertulis dalam Injil-Injil Sinoptis. Satu keunikan Injil Yohanes adalah pengembangan tokoh pelakunya dalam gambaran yang terpisah-pisah di dalam keseluruhan kisah. Niko-demus (Yohanes 3:1-15; 7:50-52; 19:39), Filipus (1:43-46; 6:5-7; 14:8-11), Tomas (11:16; 14:5-6, 20:24-29), Maria dan Marta (11:1-40; 12:2-8), Maria ibu Yesus (2:1-5; 19:26-27).

KEHIDUPAN YESUS
Karena data-data yang diberikan oleh keempat Injil tidak lengkap dipandang dari suatu pengamatan yang sempurna, suatu riwayat hidup yang lengkap tentang Yesus tidak dapat disusun. Di antara keempatnya, mungkin Lukas adalah yang paling memadai, tetapi ia tidak memasukkan masa awal pelayanan Yesus di Yudea, yang dikisahkan oleh Yohanes. Hanya Lukas yang memberikan sekilas ulasan mengenai masa muda Yesus, sebagian terbesar dari masa tiga puluh tahun dalam hidup-Nya berlalu tanpa catatan. Hanya Yohanes yang mengikuti suatu skema yang pasti menurut susunan waktu dan yang dapat ditelusuri dari catatan tentang pesta-pesta yang dihadiri Yesus; dan salah satu di antaranya agak samar-samar (Yohanes 5:1). Kitab-kitab Injil lebih mementingkan penggambaran seorang pribadi daripada penulisan sebuah cerita. Yang penting bukanlah kelengkapan atau susunan catatannya melainkan maknanya. Kehidupan aktif Tuhan Yesus dilakukan dalam wawasan Palestina, suatu wilayah yang luasnya tidak lebih dari 10.000 mil persegi. Dalam uraian Markus tentang kegiatan Tuhan Yesus Kristus terdapat empat belas penyebutan tentang fakta-fakta bahwa la mengajar orang banyak dan murid-murid-Nya. Lukas dan Matius juga banyak berbicara tentang pekerjaan mengajar-Nya. Mengajar adalah kesukaan-Nya; dan bahwa murid-murid-Nya mampu mengingat kata-kata-Nya serta me-nyampaikannya kepada orang lain menjadi bukti dari keberhasilan usaha-Nya. Metode mengajar yang diterapkan Yesus tidak sepenuhnya baru. Metode mengajar yang paling membuat-Nya terkenal adalah perumpamaan. Perumpamaan adalah perluasan dari metafora, penggambaran suatu kebenaran rohani melalui suatu uraian tentang peristiwa atau ke-adaan yang lazim terjadi.
Metode kedua yang digunakan Yesus adalah epigram suatu kalimat pendek yang tajam yang akan membekas dalam ingatan pendengarnya seperti tusukan anak panah. Adakalanya Yesus menggunakan argumentasi dalam ajaran-Nya, tetapi la selalu mengambil dasar dari Kitab Suci bukan berdasarkan kesim-pulan atau dugaan abstrak. Metode lain yang disukai Sang Guru adalah pertanyaan dan jawaban. Dalam bebcrapa kesempatan la mengajar dengan contoh.

CATATAN PERISTIWA: KISAH PARA RASUL
Kisah Para Rasul bukanlah suatu unit tersendiri, karena jelas bahwa ia ditulis sebagai kelanjutan dari Injil Lukas. Penulis berbicara tentang "bukuku yang pertama" (Kisah 1:1), dan menunjukkan tulisannya pada Teofilus. Kisah Para Rasul dapat dibagi menjadi lima bagian utama:
I. Pembukaan
II. Tempat Asal Gereja: Yerusalem
III. Masa Pcralihan: Samaria
IV. Perluasan kepada Orang Bukan Yahudi
Misi Paulus: Aatiokhia dan Kekaisaran Romawi
V. Penahanan dan Fembelaan Paulus: Kaisarea dan Roma

Ikhtisar Kisah Para Rasul dapat juga dibuat berdasarkan catatan perkembangannya. Dalam 2:47; 5:14; 6:7; 9:31; 12:24; 16:5; dan 19:20 tercatat pertumbuhan jurnlah serta peningkatan mutu kehidupan rohani umat Kristcn, yang menunjukkan bahwa Kisah Para Rasul menaruh perhatian pada perkembangan yang progresif dari agama Kristen. Pada bagian terakhir dari buku ini, dari 19:20 sampai selesai, tekanannya lebih bersifat pribadi daripada umum. la menekankan pcrisliwa-peristiwa dalam kehidupan Paulus sebagai scorang pribadi bukan gereja sebagai suatu lembaga.
Petrus lebih banyak bekerja di Yerusalem; Paulus di dunia di luar Yahudi. Bila yang seorang adalah pendukung gereja yang pertama di Yerusalem, yang lainnya adalah pendiri gereja-gereja yang pertama bagi gereja orang bukan Yahudi. Namun, tidak nampak tanda-tanda pertentangan di antara keduanya, dan tidak ada batasan pada kelompok pendengar yang mereka tuju. Petrus memberitakan Injil di rumah Kornelius yang orang bukan Yahudi, dan Paulus berbicara kepada orang-orang Yahudi setiap ada kesempatan.

DASAR GEREJA: KISAH PARA RASUL 1:1 HINGGA 8:3
Periode pertama dalam sejarah gereja mula-mula dapat disebut sebagai periode pendirian. Hari lahir gereja adalah Pentakosta. Kesebelas rasul, Maria ibu Yesus, saudara-saudaranya, dan beberapa orang wanita yang selalu mengikuti Dia, serta banyak orang percaya lainnya, yang semuanya berjumlah seratus dua puluh orang, berkumpul bersama untuk berdoa sesuai dengan perintah Kristus.

Organisasi dan Para Pemimpin
Gereja yang mula-mula di Yerusalem bukanlah suatu badan yang sangat teratur, yang mempunyai sistem perbendaharaan dan menganut sistem kepemimpinan yang ketat. Para Rasul dipandang sebagai pemimpin karena fungsinya sebagai pengkhotbah dan pengajar, tetapi sistem pemerintahan di dalam gereja pada umumnya adalah demokratis. Para pemimpin pada masa-masa awal itu adalah Petrus, Yohanes, dan Stefanus.

PERMULAAN PERSERAKAN
Karena kematian Stefanus yang mengerikan dan karena tindakan keras yang diambil oleh para pemimpin Yahudi untuk menindas gerakan yang baru ini, sebagian besar umat Kristen di Yerusalem berpencar-pencar meninggalkan kota itu dan menetap di sekitar Samaria dan Yudea.

KHOTBAH DI SAMARIA
Oleh karena pengajaran Filipus di antara orang Samaria merupakan suatu tindakan yang mengejutkan bagi seorang Yahudi. Ini menunjukkan bahwa ia mempunyai suatu kemampuan untuk melihat ke-mungkinan untuk menyampaikan pesan-pesannya kepada orang-orang di luar bangsanya sendiri. Tanggapan mereka sungguh menakjubkan. Orang-orang Samaria membuang kepercayaan takhyul dan percaya dalam Kristus.

PERTOBATAN PAULUS
Pelayanan Filipus menggambarkan jangkauan gereja ke pelbagai lokasi dan kelompok masyarakat; pertobatan Saulus dari Tarsus melahirkan seorang pemimpin baru. Setelah karya Yesus scndiri, mungkin pertobatan Saulus adalah peristiwa yang terpenting dalam sejarah agama Kristen. Pelayanan Paulus segera dimulai di Damsyik. Dalam Galatia dikatakan bahwa ia mengunjungi Arab pada masa itu (Galatia 1:17). Mungkin itu dilakukannya sesudah kesaksiannya yang pertama di sinagoge-sinagoge (Kisah 9:22) dan sebelum keberangkatannya yang terakhir dari Damsyik (9:23-25).

M1S1KEPADA BANGSA-BANGSA LAIN
Pada tahun 46 atau sekitamya gereja di Antiokhia telah tumbuh menjadi suatu kelompok yang mantap dan aktif. Ketika mereka sedang menjalankan ibadah sebagaimana biasanya, datanglah panggilan untuk meng-"khususkan Barnabas dan Saulus" (13:2) untuk melakukan suatu tugas khusus. Untuk menaati perintah Roh Kudus, gereja mengkhususkan kedua orang ini untuk menjalankan tugas yang baru dan mengutus mereka untuk menjalankan misinya.

SURAT YAKOBUS
Surat Yakobus menurut tradisi dianggap tulisan Yakobus, saudara Tuhan, yang menjadi pemimpin sidang. Bila Yakobus adalah saudara Yesus yang disebutkan di dalam Injil (Markus 6:3), hubungan mereka pun masih perlu diperjelas lagi. Apakah Yakobus adalah anak Yusuf dari pernikahannya yang terdahulu, yang berarti bahwa ia adalah seorang saudara tiri, atau apakah ia saudara seibu, anak Yusuf dan Maria, atau kata "saudara" di sini digunakan secara bebas sebagai "saudara sepupu"? Ketiga teori telah diajukan pada waktu yang berbeda-beda, dan biasanya teori yang pertama dan ketiga didukung oleh mereka yang membela keperawanan Maria. Rupanya yang ketiga adalah yang paling kurang dapat diterima, karena penyebutan tentang saudara laki-laki dan perempuan Yesus (Markus-6;3; Matius 13:55, Yohanes 2:12; 7:3, 19).
Tidak ada petunjuk bahwa Yakobus menentang prinsip pengajaran Paulus. Menurut Kitab Galatia ia mengulurkan tangan tanda persekutuan kepada Paulus (Galatia 2:9-10), dan dalam Kisah Para Rasul ting'kah lakunya pun tidak menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Surat Yakobus sulit untuk dibuatkan ikhtisar karena banyaknya topik yang dibahas di dalamnya, dan karena topik-topik ini nampaknya tidak mengikuti pola yang pasti. Bagaimanapun juga ada suatu kerangka dasar dalam kitab Yakobus yang secara umum sesuai dengan susunan tema di bawah ini.

YAKOBUS: NORMA-NORMA HIDUP YANG BENAR
I. Ucapan salam 1:1
II. Sifat Agama yang Benar 1:2-27
Stabilitas 1:2-11
Ketahanan 1:12-18
Perbuatan 1:19-27
III. Sifat Iman yang Benar 2:1-3:12
Tidak AdaDiskriminasi 2:1-13
Dibuktikan dengan Perbuatan 2:14-26
Tidak Suka Menghakimi Orang Lain 3:1-12
IV. Sifat Hikmat yang Benar 3:13-5:18
Penj el asan Hikmat 3:13-18
Hikmat dalam Kehidupan Rohani 4:1-10
Hikmat dalam Hubungan Hukum 4:11-12
Hikmat dalam Rencana Perdagangan 4:13-17
Hikmat dalam Hubungan Perburuhan 5:1-6
Hikmat dalam MenanUkan Tuhan 5:7-11
Hikmat dalam Berfcata-kata 5:12
Hikmat dalam Menderita 5:13-18
V. KataPenutup: Tujuan Kebijaksaan
Suatu Kesaksian yang Berhasil 5:19-20

Suatu ayat dalam pasal yang kedua dari kitab Yakobus, yang berbunyi, "kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman" (2:24), telah membingungkan banyak orang. Sesungguhnya Yakobus bukannya menentang iman, tetapi ia mengecam kemunafikan mereka yang berpura-pura memiliki iman tanpa menunjukkannya dalam perbuatan. "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dart per-buatan-perbuatanku"(2:18).




SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI GALATIA

Tulisan kedua yang muncul akibat perdebatan umum tentang pemeliharaan hukum Taurat adalah surat kiriman Paulus kepada jemaat di Galatia. Kitab Galatia ditulis oleh seorang pembela kebebasan yang berpendapat bahwa baik Yahudi maupun bukan tidak akan dapat dibebaskan dari dosa atas usahanya sendiri dengan memelihara suatu norma etika. Ada 2 teori tentang kitab ini :
a. Teori Galatia Utara
b. Teori Galatia Selatan
Kitab Yakobus dan Galatia melukiskan dua aspek keyakinan kristen yang sejak semula seolah-olah sudah bertentangan, meskipun pada kenyataannya saling melengkapi.

Pembukaan: 1:1-9
Salam Dasar Kebebasan 1:1-5
Peristiwa khusus: Tantangan Terfaadap Kebebasan 1:6-9
I. Argumentasi dari Riwayat Hidup Pribadi:
Suatu pemyataan Kemerdekaan 1:10-2:21
Kemerdekaan dari Ajaran Manusia 1:10-17
Kemerdekaan dari Jemaat-Jemaat Yudea 1:18-24
Kemerdekaan dari Saudara-Saudara Bangsa Yahudi 2:1-10
Kemerdekaan dari Tekanan Apostolik 2:11-18
Kemerdekaan dari Keinginan-Kemgirj an Pribadi 2:19-21
II. Argumentasi Teologis: Kesia-siaan Hukum 3:1-4:31
Dari Pengalaman Pribadi 3:1-5
Dari Ajaran Perjanjian Lama 3:6-14
Dari Pengutamaan Janji 3:15-22
Dari Kelebihan Iman yang Dewasa 3:23-4:7
Dari Bahaya Reaksi 4:8-11
Dari Perbedaan Tujuan 4:12-20
Dari Perbedaan Antara Perhambaan dan Kemerdekaan 4:21-31
III. Argumentasi Praktis: Akibat Kebebasan 5:1-6:10
Pernyataan Pembuka 5:1
Konsekucnsi Hukum 5:2-12
Defmisi Kebebasan 5:13-15
Praktek Perseorangan 5:16-24
Praktek Sosial 5:25-6:10
Penutup 6:11-18
Tujuan Kebebasan: Kayu Salib 6:11-16
Harga Kebebasan: Penderitaan 6:17
Berkat Kebebasan 6:18
MISI KEDUA KE ASIA KECIL

Ekspedisi ini diberangkatkan dalam tahun 49, setelah diselingi pengajaran di Antiokhia, Terjadi suatu peristiwa yang luar biasa. Paulus bertemu dengan Timotius, seorang pemuda yang percaya, yang beribukan seorang Yahudi dan berayahkan seorang Yunani.

SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT di TESALONIKA I TESALONIKA
Meskipun secara kronologis surat ini termasuk kepada periode pelayanan Paulus di Korintus sekitar tahun 51, mereka disebut demikian karena hubungannya dengan jemaat di Tesalonika.

I TESALONIKA: PERTUMBUHAN SUATU JEMAAT BARU
I. Ucapan Salam 1:1
II. Keadaan Jemaat 1:2-10
Sifat Jemaat 1:3
Pemilihan Jemaat 1:4-7
Reputasi Jemaat 1:8-10
III. Hubungan Apostolik dengan Jemaat 2:1-3:13
Pembinaan Paulus alas Jemaat 2:1-12
Penerimaan Paulus oleh Jemaat 2:13-16
Keprihatinan Paulus bagi Jemaat 2:17-3:10
Doa Paulus bagi Jemaat 3:11-13
IV. Persoalan di Dalam Jemaat 4:1 -5:11
Persoalan Moralitas Seksual 4:1-8
Persoalan Tingkah Laku Sosial 4:9-12
Persoalan tentang Kemalian 4:13-18
Persoalan tentang Zaman dan Masa 5:1-11
V. Penutup: Nasihat dan Salam 5:12-28

Persoalan di dalam surat ini sangat berbeda dengan yang disebutkan di dalam Galatia. Secara umum ia mencerminkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa-bangsa lain yang menjadi percaya, bukan orang-orang Yahudi yang percaya.




II TESALONIKA
Surat yang kedua bagi jemaat di Tesalonika ini ditulis untuk menghilangkan kesalahpahaman di antara mereka bahwa "hari Tuhan telah tiba" (II Tesalonika 2:2). Rupanya karena terlalu bersemangatnya Paulus mengajarkan doktrin itu hingga ada yang salah menafsirkan ajaran atau gambaran yang terkandung di dalam suratnya.

II TESALON1KA: PENGHARAPAN GEREJA
I. Ucapan Salam 1:1-2
II. Pengharapan dalam Penindasan 1:3-12
Ucapan Syukur bagi Pertumbuhannya 1:3-4
Penjelasan Tujuan 1:5
Pengharapan akan Hasil 1:6-10 '
Doa 1:11-12
III. Penjelasan Kejadian-Kejadian 2:1-17
Kegelisahan Ditenteramkan 2:1-2
Kemurtadan Diramalkan 2:3-7
Antikristus Dinyatakan 2:8-12
Iman Dikuatkan 2:13-17
IV. Nasihat untuk Bersiap-siap 3:1-15
Untuk Berdoa 3:1-5
Untuk Bertekun 3:6-15
V. Berkat dan Salam 3:16-18

Tesalonika yang pertama dan yang kedua termasuk di antara tulisan-tulisan Paulus yang pertama. Mereka menunjukkan bukti-bukti bahwa berita yang diajarkan oleh Paulus samasekali bukanlah hal yang bam, melainkan sudah merupakan suatu bentuk kepercayaan yang telah diterima selama beberapa lama.

I KORTNTUS
Tanggapan terhadap surat yang pertama sangat tidak memuaskan. Apolos dan Kefas sudah pindah ke tempat lainnya, dan jemaat ini menjadi kacau karena kekurangan pemimpin. Sebagai jawabannya Paulus menulis 1 Korintus. 1 Korintus adalah yang paling bervariasi dalam isi maupun gayanya di antara surat-surat Paulus yang lainnya. Topik pembicaraannya berkisar dari perpecahan di dalam jemaat hingga keuangan dan dari tata krama gereja hingga kebangkitan.

KORINTUS: PERSOALAN-PERSOALAN DI DALAM GEREJA
I. Ucapan Salam 1:1-9
II. Jawaban atas Laporan dari "Keluarga Kloe" 1:10-6:20
Perpecahan dalam Jemaat 1:10-3:23
Pembelaan Paulus tentaog Pelayanannya 4:1-21
Kecaman tentang Perilaku Amoral 5:1-13
Kecaman tentang Pengadilan di antara Jemaat 6:1-11
Jawaban Terhadap Kebebasan 6:12-20
III. Jawaban atas Pertanyaan-Pertanyaan dalam
Surat yang Diterima Paulus 7:1-16:9
Perkawinan 7:1-24
Hidup Selibat 7:25-40
Persembahan Terhadap Berhala 8:1-11:1
Ditinjau dari Sudut Berhala 8:1-13
Ditinjau dari Sudut Kebebasan 9:1-27
Ditinjau dari Sudut Hubungan dengan Tuhan 10:1-22
Dilinjau dari Hubungan dengan Sesama 10:23-11:1
Persoalan Ibadat 11:2-34
TutupKepala 11:2-16
Perjamuan Kudus 11:17:34
Karunia Robani 12:1-14:40
Kebangkitan Tubuh 15:1-58
Pengumpulan Dana 16:1-9
IV. SalamPenutup 16:10-24

I Korintus disampaikan kepada pembacanya oleh Timotius (16:10).


II KORINTUS
Isi II Korintus telah dibahas sebagian di atas. Surat ini berbeda dengan I Korintus karena lebih banyak menangani persoalan-persoalan pribadi daripada ajaran doktrinal atau peraturan hukum gereja.
. TIKORTNTUS: SURAT TENTANG PELAYANAN PAULUS
I SalamPembuka 1:1-2
II Penjelasan tentang Perilaku Pribadi 1:3-2:13
III Pembelaan Pelayanan Paulus 2:14-7:4
Sifat Pelayanannya 2:14-3:18
Ketulusan Pelayanannya 4:1-6
Kegigihan Pelayanannya 4:7-15
Masa Depan Pelayanannya 4:16-5:10
Kesadaran Pelayanannya 5:11-19
Contoh Pelayanannya 5:20-6:10
Himbauan Pelayanannya 6:11-7:4
IV Komentar tentang Pengaruh dari Suratnya 7:5-16
V Karunia Memberi 8:1-9:15
VI Pembelaan Pribadi 10:1-12:13
VII Persiapan Kunjungan 12:14-13:10
VIII Salam Penutup 13:11-14
II Korintus memberikan pengertian yang mendalam tentang jalan kehidupan Paulus yang tidak diberikan oleh surat-surat lainnya.

MISI YANG DIRENCANAKAN : Roma
Paulus telah merencanakan kepulangannya ke Yerusalem hanya sebagai selingan dalam misinya yang lebih besar. la sudah menyusun rencana untuk suatu tujuan yang lebih luas daripada kota-kota yang telah diinjilinya sebelum ini. Roma menghimbau dirinya karena ia adalah seorang warga negara Roma. Bila ia dapat menguasai Roma dengan Injil, maka dengan mudah Injil akan tersebar ke seluruh pelosok negaranya, karena semua jalan raya menuju ke Roma. Kitab Roma ditulis sebagai ganti bertatap muka langsung secara pribadi dan sebagai persiapan untuk menjadikan jemaat Roma sebagai pusat pelayanan seperti Antiokhia, Efesus, Filipi, dan kota-kota lain di mana Paulus pernah bekerja. Oleh karenanya, dalam Roma Paulus tidak terlalu menekankan perbaikan kesalahan seperti dalam Korintus, tetapi pengajaran tcntang kebenaran. Tema utama dari Roma adalah pernyataan kebenaran Tuhan kepada manusia, dan penerapannya pada kebutuhan rohani manusia.
ROMA: INJIL TENTANG PEMBENARAN ALLAH
I. KataPembuka 1:1-17
SalamPembuka 1:1-7
Penulis 1:1-5
Pembaca yang Dituju 1:6-7a
Salam l:7b
Alasan 1:8-15
Tema 1:16-17
II. Kebutuhan akan Pembenaran nahi 1:18-3:20
Kefasikan Bangsa-Bangsa Lain 1:18-32
Kebinasaan bagi yang Menghakinii 2:1-16
Dilema Bangsa Yahudi 2:17-3:8
Hukuman bagi Semua Orang 3:9-20
III. Perwujudan Pembenaran nahi 3:21-8:39
Jalan Menuju Pembenaran: Iman 3:21-31
Dasar Pembenaran: Janji 4:1-25
Hasil Pembenaran 5:1-21
Beberapa Aspek Pembenaran Praktis 6:1-7:25
Akibat Pembenaran: Hidup oleh Roh 8:1-39
IV. Hubungan antara Pembenaran dan
Bangsa Yahudi 9:1-11:36
Pilihan alas Israel 9:1-33
Keselamatan Israel 10:1-21
Kegagalan Israel 11:1-36
V. Penerapan Pembenaran pada 12:1-15:13
Kehidupan Gereja
Himbauan untuk Menguduskan Diri 12:1-2
Pemanfaatan Karunia 12:3-8
Hubungan Pribadi 12:9-21
Hubungan Politik 13:1-7
Hubungan Masyarakat 13:8-14
Hubungan Persaudaraan 14:1-15:13
VI. Kesimpulan 15:14-33
Rencana Pribadi 15:14-29
Permintaan untuk Berdoa 15:30-33
VII. Kata-Kata Tambahan 16:1-27
Salam 16:1-24
Berkat 16:25-27

Kitab Roma telah lama menjadi sandaran utama teologi Kristen. Kebanyakan dari istilah-istilah teknisnya, seperti pembcnaran, diperhi-tungkan, menjadikan (anak Allah) adopsi, disucikan, diambil dari kosa kata surat ini, dan kerangka argumentasinya menjadi dasar pemikiran Kristen.

AKHIR PERJALANAN PAULUS
Tidak ada peristiwa penting dalam sisa pelayaran selanjutnya kecuali bahwa Paulus berkali-kali diingatkan untuk tidak memasuki Yerusalem (21:4, 10-11). Dengan kunjungan ke Yerusalem ini berakhirlah masa yang paling aktif dalam karier misi Paulus. Dalam waktu kurang dari sepuluh tahun ia telah memenangkan kemerdekaan bangsa-bangsa lain yang percaya dari beban hukum Taurat.
YERUSALEM
Dalam pemeriksaan dan pengadilan yang dilangsungkan kemudian, ada dua kenyataan yang dapat diperoleh: kebersihan Paulus dari motif-motif politik dan kriminal, serta kewarganegaraan Romanya. Periode di mana Paulus terpaksa harus menghentikan kegiatannya ini bukannya tanpa hasil samasekali. Bahkan di Yerusalem Paulus tidak dilarang untuk tctap berhubungan dengan dunia luar (23:16), dan di Roma ia tinggal di rumah sewaannya sendiri di mana ia tctap dapat melayani siapa saja yang datang kcpadanya (28:30-31).

SURAT-SURAT PAULUS
Keempat surat Paulus yang ditulis dari dalam penjara, Filipi, Kolose, Efesus, dan Filemon adalah hasil dari periode ini dari tahun 56 atau 57 hingga tahun 60 atau 61.


FILEMON

Filemon ditulis pada waktu dan situasi yang sama dengan Efesus dan Kolose. Onesimus, budak Filemon, seorang pengusaha dari Kolose, telah melarikan sebagian harta majikannya ke Roma dan menyembunyikan diri di tengah keramaian kota besar itu. Karena Paulus merasa bahwa ia harus meluruskan kesalahan yang telah diperbuat Onesimus, ia mengirimnya kembali kepada bekas majikannya dengan membawa surat ini, yang rnenghimbaunya untuk menerima dan memaafkan Onesimus kembali. Meskipun surat ini lebih bersifat pribadi daripada teologis, ia mengandung gambaran yang paling sempurna dalam seluruh Perjanjian Baru tentang makna pcngampunan.
I. Ucapan Salam: kepada Keluarga Filemon 1-3
II. Persahabatan 4-7
III. Permohonan 8-20
IV. Salam Perpisahan 21-25



EFESUS

Karena Paulus merasa perlu untuk menulis kepada Filemon dan mengirimkan sebuah surat ke Asia, maka terbukalah kesempatan untuk menulis surat-surat lainnya. Efesus, sebagai .sebuah surat edaran umum yang harus diedarkan sampai ke jemaat di Efesus, dan Kolose, yang merupakan suatu komunikasi langsung dengan jemaat di Kolose, ditulis sekitar waktu itu, mungkin tahun 60 atau 61.

EFESUS: SURAT TENTANG GEREJA
I. KataPembuka 1:1-2
II. Susunan Kekuatan Gereja 1:3-14
Oleh Bapa 1:3-6
Di Dalam Putra 1:6-12
Melalui Roh 1:13-14
III. Kesadaran Gereja: Doa 1:15-23
Pengharapan Dalam Panggilan Warisan Kemuliaan bagi
Orang-Orang Kudus Kebesaran Kuasa-Nya Pimpinan Kristus
IV. Pembentukan Gereja 2:1-10
Unsur Orang-Orang Durhaka Sarana:
Oleh Karunia Tujuan: Pekerjaan Baik
V. Kerukunan Gereja 2:11 -22
Persatuan antara Yahudi dan Bukan Yahudi di Dalam Kristus
VI. Panggilan Gereja 3:1-21
Untuk Mengungkapkan Kebijaksanaan Allah 3:1-13
Untuk Mengalami Kepenuhan Allah: Doa 3:14-21
VII. Penyelenggaraan Gereja 4:1-6:9
Pelayanannya: Rupa-rupa Karunia Dalam Satu Tubuh 4:1-16
Standar Moralitasnya 4:17-5:14
Perilakunya Terhadap Dunia 5:15-21
Norma-Norma Dalam Keluarga 5:22-6:9
VIII. Pertentangan di Dalam Gereja 6:10-20 DC.
Penutup 6:21-24







KOLOSE

KOLOSE: KEUNGGULAN KRTSTUS
I. Ucapan Salam 1:1-2
II. Keutamaan Kristus dalam Hubungan Pribadi 1:3-2:1
Dalam Hubungan Pribadi 1:3-8
Dalam Penampilan Pribadi 1:9-23
Dalam Tujuan Pribadi 1:24-2:7
III. Keutamaan Kristus dalam Doktrin 2:8-3:4
Filsafat Palsu versus Kristus 2:8-15
Ibadah Palsu versus Kristus 2:16-19
Penyangkalan Diri Palsu versus Kristus 2:20-3:4
IV. Keutamaan Kristus dalam Tata Susila 3:5-4:6
Secara Negatif: "Matikanlah ..." 3:5-11
SecaraPositif: "Kenakanlah ..." 3:12-17
Dalam Hubungan antara Anggota Rumah Tangga 3:18-4:1
Umum 4:2-6
V. Penutup dan Salam Pribadi 4:7-18



FILIPI

Surat Filipi adalah yang paling pribadi di antara surat-surat Paulus yang tidak ditulis bagi perorangan. Tanggal penulisan surat Filipi tidak dapat dipastikan, tetapi kemungkinan yang terbesar adalah ia ditulis menjelang akhir dua tahun masa penahanan Paulus di Roma. Ada dua topik yang menonjol di dalam Filipi. Yang pertama adalah Berita Injil, yang disebutkan Paulus sebanyak sembilan kali, dan ruang lingkup kegiatan yang bcrbcntuk pengajaran. Topik kedua yang ditekankan Paulus dalam Filipi adalah sukacita.

FILIPI: SURAT PRIBADI
I. Ucapan Salam 1:1-2
II. Ucapan Syukur bagi Persahabatan Pribadi 1:3-11
Terima Kasih Percaya Doa
III. Penghiburan Dalam Keadaan Pribadi 1:12-2:18
Keberanian Paulus Sendiri 1:12-26
Penghiburan Paulus pada Jemaat Filipi 1:27-30
Kristus, Teladan Pelayanan 2:1-11
Sasaran Pelayanan 2:12-18



IV. Hubungan Pribadi Dengan Para Utusan 2:19-30
V. Peringatan Pribadi Terhadap Hukum 3:1-4:1
Teladan Pribadi 3:1-16
Nasihat bagi umat Filipi 3:17-4:1
VI. Nasihat-Nasihat Terakhir dan Salam 4:2-23
Bersatu 4:2-3
Bersukacita 4:4-7
Berpikir 4:8-9
Bersyukui 4:10-20
Salam 4:21-23

Surat Filipi adalah suatu surat ucapan terima kasih atas scgala kebaikan yang diterima dan suatu pernyataan tentang kehidupan kristiani Paulus sendiri.

Surat-Surat Penggembalaan

I TIMOTIUS

Bila dianggap bahwa Paulus dibebaskan dalam tahun 60 atau 61 setelah ia naik banding kepada Kaisar, pada waktu itulah ia menghidupkan lagi kegiatan pelayanannya. Berlawanan dengan sangkaannya semula (Kisah 20:38), masih terbuka kesempatan baginya untuk mengunjungi kembali jemaat-jemaat di Asia.

I TIMOTIUS: NASIHAT BAGI SEORANG PENGINJIL MUDA
I. Salam Pembuka 1:1-2
II. Kata Pengantar 1:3-17
Keadaan Darurat di Efesus 1:3-11
Pengalaman Paulus 1:12-17
III. Pelimpahan Tugas 1:18-4:5
Tujuannya 1:18-20
Mengenai Doa 2:1-8
Mengenai Sikap Wanita Dalam Ibadah 2:9-15
Mengenai Penilik Jemaat 3:1-7
Mengenai Diaken 3:8-13
Sisipan 3:14-16
Mengenai Pengajar Sesat 4:1-5
IV. Nasihat Pribadi 4:6-6:19
Mengenai Perilaku Pribadi 4:6-16
Mengenai Hubungan Dengan Saudara-Saudara Seiman 5:1-6:2
- Janda-janda 5:1-16
- Penatua-penatua 5:17-19
- Mereka yang mundur 5:20-25
- Hamba-hamba (budak) 6:1-2
- Guru-guru Palsu 6:3-8
- Orang-Orang yang Serakah 6:9-10
Mengenai Pengakuan Pribadi 6:11-16
Mengenai Penggunaan Kekayaan 6:17-19
V. Salam Penutup 6:20-21


TITUS

Baik I Timotius maupun Titus ditulis untuk menasihati seorang murid yang tengah memecahkan persoalan-persoalan yang sulit sebagai gembala sidang. Titus, penerima surat ini, menjadi kenalan dan rekan Paulus selama lima belas tahun atau lebih.

TITUS: AJARAN YANG SEHAT
I. Ucapan Salam: Sumber Ajaran yang Sehat 1:1-4
II. Pelaksanaan Ajaran yang Sehat 1:5-16
Pengangkatan Penatua Jemaat 1:5-9
Penyingkapan Guru-Guru Palsu 1:10-16
III. Pemberitaan Ajaran yang Sehat 2:1-15
Penerapan 2:1-10
Pada pria lanjut usia Pada wanita lanjut usia
Pada wanita muda Pada pria muda Pada diri sendiri
Pada budak Pengertian 2:11-15
IV. Pesan-Pesan Mengenai Ajaran yang Sehat 3:1-11
V. SalamPenutup 3:12-15

Secara umum isi dari Titus adalah serupa dengan I Timotius, kecuali pada penekanan yang lebih kuat pada perumusan pengakuan iman. Perhatikanlah unsur-unsur yang terkandung di dalam kedua paragraf ini, yaitu:
1. Kepribadian Tuhan (2:11; 3:6)
2. Ciri-ciri kasih dan karunia Tuhan (2:11; 3:4)
3. Gelar Sang Juruselamat (2:10; 3:4)
4. Kejuruselamatan Yesus (2:13; 3:6)
5. Roh Kudus (3:5)
6. Keterlibatan Allah Tritunggal (3:5-6)
7. Sifat dasar keilahian Kristus (2:13)
8. Penebusan Kristus sebagai silih atas dosa manusia (2:14)
9. Keselamatan bagi seluruh bangsa (2:11)
10. Keselamatan oleh karunia, bukan pcrbuataii (3:5)
11. Kedatangan Roh Kudus (3:5)
12. Pembenaran oleh iman (3:7)
13. Pengudusan umat milik-Nya sendiri (2:14)
14. Penjauhan diri dari kefasikan (2:12)
15. Pewarisan hidup kekal (3;7)
16. Kedatangan Kristus kembali (2:13)
Apakah keinginan Paulus untuk mengunjungi Spanyol pernah terwujud atau tidak, tidak diketahui. Akan menarik sekali bila kita dapat mengetahui apakah Paulus jadi mengabarkan Injil di sana atau tidak, dan apakah gereja yang mula-mula didirikan di
Afrika Utara dan Britania telah didirikan oleh murid-murid asuhannya.
Maka perjalanan ke Spanyol pada masa-masa itu pastilah suatu tafsiran semata, dan jalur yang tertera pada peta paling-paling hanyalah suatu kemungkinan. Kesan umum dari surat-surat penggembalaan ini mengungkapkan suatu gereja yang tengah mempertahankan diri melawan kedengkian dan keprihatinan orang-orang Yahudi yang frustrasi dan melawan ketidak-acuhan yang makin parah dari orang-orang kafir yang tidak bermoral.

II TIMOT1US

II Timotius: Pesan Perpisahan
Isi surat yang terakhir adalah suatu paduan dari ungkapan perasaan pribadi dan kebijaksanaan kepemimpinan gereja, yang berupa kenangan dan pcrintah, kesedihan, dan keyakinan. Tujuan utamanya adalah untuk memperteguh Timotius untuk menerima tugas berat yang dalam waktu defeat akan dilepaskan oleh Paulus.

I. Ucapan Salam 1:1-2
II. Pola Penggembalaan Jemaat 1:3-3:17
Teladan dari Masa Lalu 1:3-18
Persoalan-Persoalan di Masa Sekarang 2:1-26
Kehidupan pribadi 2:1-13
Hubungan kemasyarakatan 2:14-26
Harapan untuk Masa yang Akan Datang 3:1-17
Bahaya kemurtadan 3:1-9
Pertahanan iman 3:10-17
III. Perintah Terakhir 4:1-8
IV. Salam Penutup 4:9-22



I Petrus

Latar Belakang
Surat ini ditujukan kepada "orang-orang pendatang yang tersebar yaitu orang-orang yang dipilih" (I Petrus 1:1-2). Sapaan ini, ditambah dengan penyebutan tentang bangsa-bangsa bukan Yahudi (2:12; 4:3); memberikan kesan bahwa "orang-orang yang dipilih'1 itu adalah orang-orang yang percaya di antara bangsa Yahudi Perserakan dan bahwa kelompok ini sangat bersifat Yahudi. Nilai utama dari surat ini adalah bahwa ia menunjukkan kepada orang Kristen bagaimana harus mempertahankan penebusan mereka di tengah-tengah dunia yang memusuhi mereka. Keselamatan mungkin akan melibatkan penderitaan, tetapi ia juga membawa pengharapan, ketika kasih karunia Allah dinyatakan dalam diri masing-masing orang.

I. Pembukaaa 1:1-2
II. Ciri-Ciri Keselamatan: Keabadian 1:3-12
III. Tuntutan Keselamatan: Kekudusan 1:13-2:10
Pribadi: "akal budimu" 1:13-21
Sosial: "persaudaraan" 1:22-25
Gerej ani: " rumah rohani" 2:1-10
IV. Sikap Orang yang Sudah Diselamatkan 2:11-3:12
Terhadap Dunia 2:11-12
Terhadap Negara 2:13-17
Terhadap Anggota Rumah Tangga 2:18-3:7
Ringkasan 3:8-12
V. Keyakinan Orang yang Sudah Diselamaikan 3:13-411
Keyakinan Dalam Pertanggungjawaban 3:13-22
Keyakinan Dalam Sikap 4:1-6
Keyakinan Dalam Pelayanan 4:7-11
VI. Nasihat bagi Orang yang Sudah Diselamatkan
(Dalam Hal Penderitaan) 4:12-5:11
Ketabahan Dalam Penderitaan 4:12 19
Pelayanan Dalam Penderitaan 5:1-11
VII. SalamPenutup 5:12-14


Ibrani

Pertumbuhan yang pesat dari gereja orang-orang bukan Yahudi yang terlepas dari Yudaisme baik dalam sifat maupun keyakinannya hanya dimungkinkan oleh perpisahan yang tegas dan mutlak di antara keduauanya. Anggota-anggota gereja Yahudi masih berpegang pada pelaksanaan hukum secara ketat, meskipun mereka mempercayakan keselamatan mereka pada Yesus, Sang Mesias.
Teori yang lebih tua mengatakan bahwa ia ditulis kepada orang-orang Yahudi Kristen di Palestina demi alasan yang sama. Suatu teka-teki yang lebih besar adalah penulis kitab ini. Penulis tidak menyebutkan namanya sendiri, atau menyebutkan suatu keadaan atau hubungan yang akan mengungkapkan jati dirinya secara pasti.

I. Perantara yang Lebih Tinggi: Sang Anak 1:1-2:18
Keistimewsan , 1:1-3
Lebih Tinggi daripada Para Malaikat 1:4-14
Sisipan: Bahaya kelengahan 2:1-4
Penjelmaan Allah Sebagai Manusia Inkarnasi 2:5-18
II. Rasul yang Lebih Tinggi 3:1-4:13
Lebih Tinggi dari Musa 3:1-6
Sisipan: Bahaya ketidakpercayaan 3:7-19
Keunggulan Perhentian-Nya 4:1-10
Sisipan: Bahaya ketidaktaatan 4:11-13
III. Imam Besar yang Lebih Tinggi 4:14-7:28
Perbandingan Dengan Harun 4:14-5:4
Peraturan Melkisedek 5:5-7:25
Dimuliakan 5:5-6
Pokok keselamatan 5:7-10
Sisipan: Bahaya ketidakmatangan jiwa 5:11-6:12
Perintis 6:13-20
Imam sampai selama-lamanya 7:1-17
Diangkat dengan sumpah 7:18-25
Dalam Hal Panutan Pengorbanan 7:26-28
IV. Perjanjian yang Lebih Tinggi 8:1-9:28
Penetapan Perjanjian 8:1-13
Isi Perjanjian yangLama 9:1-10
Kristus dan Perjanjian yang Baru 9:11 -2
Persembahan yang Lebih Tinggi 10:1-31
Hakikat Hukum Taurat yang Tidak Berdaya 10:1-4

Kitab ini dimaksudkan untuk membesarkan hati sekelompok orang yang tergoda untuk meninggalkan imannya karena tekanan penindasan dan karena keterikatan mereka pada pernyataan hukum yang lama.


II Petrus, Yudas, I, II & III Yohanes

Lima buah surat pcndck, II Petrus; Yudas; I, II, dan III Yohanes, ditulis untuk menanggulangi kecenderungan yang menjurus ke arah pengajaran palsu di dalam gereja. Bila tema utama dari I Petrus adalah menderita, maka tema utama II Petrus adalah pengetahuan. Bila orang-orang yang sesat mengagung-agungkan pengetahuan mereka untuk menunjukkan kcunggulannya, Petrus ingin menunjukkan bahwa jawaban dari pengetahuan yang salah adalah pengetahuan yang benar.


II PETRUS

II PETRUS: PENGETAHUAN YANG BENAR TENTANG ALLAH
I. Salam 1:1
II. Ciri-Ciri Pengetahuan yang Benar 1:2-21
Suatu Karunia Tuhan 1:2-4
Suatu Pertumbuhan dart Pengalaman 1:5-11
Suatu Dasar Kepastian 1:12-21
III. Bahaya Meninggalkan Pengetahuan 2:1-22
Timbulnya Kesesatan 2:1-3
Contoh-Contoh Kesesatan 2:4-10a
Kegiatan Kesesatan 2:1 Ob-19
Bahaya Kesesatan 2:20-22
IV. Pengharapan Dalam Pengetahuan yang Benar 3:1-18
Teladan dari Masa Lalu 3:1-7
Janji bagi Masa yang Akan Datang 3:8-13
Ketekunan Dalam Pengharapan 3:14-18
Sumbangan terbesar dari II Petrus pada ajaran Perjanjian Baru adalah pemyataannya mengenai Kitab Suci, "Nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah" (1:20-21).


YUDAS

Hubungan kesusasteraan antara Yudas dan II Petrus merupakan suatu faktor penting dalam menentukan latar belakangnya. Tidak ada keraguan bahwa keduanya adalah dua buah surat yang terpisah, tetapi kemiripan peristiwa khusus, pemikiran dan kosa kata di antara keduanya sulit untuk dianggap sebagai suatu kebetulan. Empat jawaban yang berbeda telah diajukan: a. Kedua Petrus dan Yudas tidak mempunyai hubungan apa-apa kecuali bahwa mereka
ditujukan pada orang-orang yang tengah meng-hadapi suatu keadaan yang sama. b. Kedua Petrus dan Yudas disadur dari sumber yang sama. c. Kedua Petrus banyak mengambil data-datanya dari Yudas. d. Yudas terdorong untuk menulis suratnya setelah melihat surat Petrus, tetapi
menggubahnya sendiri dengan bebas.
Yudas menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk mendesak para pembacanya agar "tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus1'. Keadaan darurat yang mendorong penulisan surat ini adalah penyusupan orang-orang ke dalam gereja Kristen, yang "menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus" (4).
I. Salam 1-2
II. Pernyataan Keadaan Bahaya 3-4
III. Peringatan Dalam Contoh-Contoh Sejarah 5-7
IV. Dakwaan Terhadap Guru-Guru Palsu 8-16
V. Nasihat bagi Orang-Orang yang Percaya 7-23
VI. Berkat Penutup 24-25


I, II, III YOHANES

LATAR BELAKANG
Bila kriteria kosakata dan gaya dianggap sebagai bahan pertimbangan yang cukup
memadai dalam menentukan kepenulisan, ketiga surat pendek ini pasti dapat dinyatakan sebagai hasil tulisan satu orang penulis yang juga menulis Injil Keempat. Keempat tulisan ini mungkin ditulis pada waktu yang hampir bersamaan dan di tempat yang sama. Kesalahan khusus yang nampaknya ingin diperangi oleh I Yohanes adalah gejala awal dari Gnostikisme, suatu ajaran sesat yang mcnjadi bahaya terbesar bagi gereja hingga akhir abad yang kedua. Gnostikisme adalah suatu filsafat agama bukan suatu si stem tersendiri. la dibangun berdasarkan anggapan bahwa roh adalah baik, dan tubuh adalah jahat, dan di antara keduanya tidak mungkin ada suatu hubungan yang kekal.


I YOHANES
Gaya Yohanes yang khas paling jelas terlihat dalam I Yohanes karena surat ini cukup pendek untuk dapat memperlihatkan jenis su-sunannya. Dalam pengembangan gagasannya I Yohanes lebih bersifat simfonik daripada logika. Terang dan kasih, dua kata yang khas dari Yohanes, sangat menonjol di dalam surat-suratnya.

I. Pembukaan: Perwujudan Sejarah kehidupan 1:1-4
II. Kepastian Melalui Berjalan di Dalam Terang 1:5-2:29
Dalam Sikap Rohani Pribadi 1:5-26
Dalam Hubungan Kemasyarakatan 2:7-11
Dalam Memisahkan Diri dari Dunia 2:12-17
Dalam Berpegang pada Kebenaran 2:18-29
III. Kepastian Melalui Tinggal di Dalam Kasih 3:1-4:21
Bukti Etika dari Kasih 3:1-12
Bukti Sosial dari Kasih 3:13-24
Bukti Teologis dari Kasih 4:1-6
Bukti Emosi dari Kasih 4:7-21
IV. Kepastian Melalui Perbuatan Iman 5:1-12
V Penutup: Kepastian Hidup yang Kekal 5:13-21


II YOHANES
Latar belakang II Yohanes dapat dikatakan sama dengan Surat Pertama. Ajaran yang terkandung di dalam Surat Kedua sedikit berbeda dengan yang terkandung di dalam Surat Pertama. Bahaya yang sama tentang mengabaikan kemanusiaan Kristus dan pentingnya untuk bertekun dalam kebenaran ditekankan kepada para pembaca.

I. Salam 1-4
II. Nasihat 4-11
Untuk Mengasihi Untuk Menaati Untuk
Berjaga-jaga Untuk Menghindari Kesesatan
III. Penutup 12-13


III YOHANES

III Yohanes yang terutama ditujukan pada Gayus, seorang gembala atau pemimpin gereja, lebih banyak berbicara mengenai masalah administratif (pelayanan) dan lebih sedikit mengenai kebenaran teologis daripada dua surat lainnya.

III YOHANES: PRAKTEK KEBENARAN
I. Pembukaan 1-4
II. Mendorong Para Pekerja untuk Berbuat Benar 5-8
III. Kecaman Terhadap Musuh Kebenaran 9-11
IV. Pujian Terhadap Saksi Kebenaran 12
V. Penutup 13-14

Surat-surat Yohanes, terutama yang Pertama, sangat berguna sebagai petunjuk tentang prestasi rohani pribadi. Mereka hampir sepenuhnya berisi pemyataan dan nasihat; tidak ada penjelasan atau argumentasi teologis dalam halaman-halaman mereka.


WAHYU

Kitab Wahyu menutup kanon dan sejarah Perjanjian Bam. Kitab Wahyu tergolong pada buku-buku apokaliptik. Biasanya ke-pustakaan apokaliptis dihasilkan pada masa penindasan dan penganiayaan sebagai cara untuk membesarkan hati mereka yang tengah menderita demi iman mereka. Keadaan di mana kitab ini ditulis dapat dinilai dari pengamatan terhadap isi buku itu ditujukan pada tujuh buah gereja di propinsi Asia, yang telah berdiri selama beberapa lama, dan yang telah mengalami pasang surut dalam pertumbuhan rohaninya.
Di antara para pengamat modern, terdapat empat kelompok tafsiran yang utama, yaitu.
1. Golongan Preterist. Golongan Preterist menafsirkan bahwa simbolisme kitab Wahyu hanya berhubungan dengan kejadian-kejadian pada saat ia ditulis. Segala perumpamaan mengenai meterai, sangkakala, dan cawan tidak ada kait-annya dengan masa depan.
2. Golongan Idealis. Pandangan Golongan Idealis, yang sering kali berhubungan erat dengan pandangan Preterist, menganggap Wahyu sekadar sebagai suatu gambaran sinibolis dari peperangan yang tidak ada habisnya antara kebaikan dan kejahatan, serta di antara umat Kristen dan orang-orang kafir.
3. Golongan Histori. Tafsiran Golongan Histori menyatakan bahwa Kitab Wahyu meng-ikhtisarkan seluruh jalannya sejarah gereja dari zaman Pentakosta hingga kedatangan Kristus dalam bentuk simbolisme. Simbol-simbol ini melukiskan secara berurutan peristiwa-peristiwa penting yang telah terjadi— yaitu, meterai-meterai adalah kehancuran negara Romawi, serangan bela-lang dari lubang yang tak berdasar adalah suatu gambaran dari serangan militer dan lain-lain.
4. Penganut Paham Keakanan. Para penganut paham Keakanan berpendapat bahwa ketiga pasal per-tama dari Kitab Wahyu dapat berlaku bagi zaman di mana kitab ini ditulis, atau bahwa ketujuh gereja di Asia itu mewakili ketujuh era dalam sejarah Kristen, yang menjembatani kekosongan antara zaman apostolik dengan kedatangan Kristus yang kedua.
5. Pandangan pasca-masa seribu tahun adalah suatu pandangan yang menganggap bahwa mungkin masa seribu tahun ini adalah suatu kiasan dari masa panjang yang mendahului kedatangan Kristus.
6. Pandangan pra-masa seribu tahun adalah suatu pandangan yang menganggap bahwa Kristus akan datang sendiri untuk mendirikan kerajaan-Nya; bahwa orang-orang benar yang sudah mati akan bangkit; bahwa mereka akan memerintah bersama Dia di atas bumi selama seribu tahun; bahwa setelah masa pemerintahan-Nya akan terjadi suatu pemberontakan yang terakhir yang dapat segera dkumpas, orang-orang jahat yang sudah mati akan diadili dan kerajaan abadi akan mulai.

BERBAGAI TAFSTRAN KITAB WAHYU
WAHYU
1-3
4-19
20-22

Golongan Preterist Gereja-gereja sejarah Simbol dari keadaan-keadaan masa kini Simbol dari surga dan kemenangan
Golongan Idealis
Gereja-gereja sejarah Simbol dari pertentangan antara kebaikan dan kejahatan Kemenangan kebaikan

Golongan Historisis
Harfiah gereja-gereja sejarah
Simbol dari peristiwa-peristiwa sejarah: Jatuhnya Roma, Organisasi Kepausan, Reformasi Penghakiman Terakhir Masa seribu tahun (1000) Kerajaan kekal

Pandangan paham keakanan
Ketujuh Tahap Sejarab Gereja
Kesengsaraan di masa depan. Pembalasan hebat pada gereja yang murtad dari pada Antikristus. Kedatangan Kristus. Kerajaan seribu tahun. Penghakiman terfaadap orang-orang mati yang jahat. Kerajaan kekal.

Pandangan pasca-masa seribu tahun Gereja-gereja sejarah Golongan Histori pada umumnya Kemenangan agama Kristen atas dunia
Pandangan amilenialisme Gereja-gereja sejarah Golongan Histori pada umumnya Kedatangan Kristus. Penghakiman. Kerajaan kekal.
Pandangan pra-masa seribu tahun Gereja-gereja sejarah Wakil dari tahapan sejarah Paham Keakanan pada umumnya Kerajaan seribu tahun harfiah. Penghakiman takhta putih yang besar. Yerusalem yang baru

Kunci ke arah penafsiran yang benar dari kitab Wahyu tidak terletak pada satu pun teori di atas, tetapi pada kerangka cerita buku ini sendiri dalam menguraikan tentang pribadi.

Pemakluman kegenapan rencana Allah 11:15-19
Tanda-Tanda 12:1-16:21
Tokoh-tokoh 12:1-14:20
Wanita 12:1-2
Naga 12:3-4
Anak laki-laki 12:5-6
Mikael, malaikat yang terkenal itu 12:7-17
Binatang dari dalam laut 13:1-10
Binatang dari dalam bumi 13:11-18
Anak Domba di atas bukit Zion 14:1-5
Sisipan: Pemberitaan malaikat
Tentang saat penghakiman 14:6-7
Tentang kejatuhan Babilon 14:8
Tentang peringatan muika Allah 14:9-12
Tentang keberantungan orang-orang
yang sudah meninggal dunia 14:13
Tentang panggilan untuk menuai 14:14-16
Tentang matangnya buah anggur murka Allah 14:17-20
KetujuhCawan 15:1-16:21
Pemandangan di Surga 15:1-8
Hukuman-hukuman Allah 16:1-21
Bisul yang menjangkiti manusia 16:2
Perubahan air laut menjadi darah 16:3
Perubahan mala air menjadi darah 16:4-7
Makin memanasnya matahari 16:8-9
Kegelapan 16:10-11
Rohnajis 16:12-16
Kegenapan 16:17-21
II. Penglihatan 111: Kristus Menang Perang:
Medan Pertempuran 17:1-21:8
Tempat Padang gurun Keruntuhan Babilon 17:1-18:24
Kegembiraan di Surga 19:1-10
Binatang Dicampakkan ke Dalam Api 19:11-21
Iblis Dibelenggu 20:1-3
Pemerintahan Seribu Tahun 20:4-6
Pemberontakan Terakhir 20:7-10
Penghakiman Orang Mali 20:11 -15
Langit yang Baru dan Bumi yang Baru 21:1-8
III. Penglihatan
IV. Kristus Dalam Kegenapan Rencana Allah:
Anak Domba 21:9-22:5
Tempat Sebuah Gunung KotaTuhan 21:9-21
Ibadah kepada Tuhan 21:22-27
Rakhmat Karunia Tuhan 22:1-5
VI. Kata Penutup: Himbauan Kristus 22:6-21
Untuk Taat-Kehendak 22:6-9
Untuk Menerima Upah-Perbuatan Akal Budi/Pikiran 22:10-15
Untuk Bersekutu-Emosi/Perasaan 22:16-20
Berkat 22:21

Kitab Wahyu ditulis dalam gaya sastera apokaliptik, tetapi ada suatu perbedaan besar di antara mereka dalam hal bahwa kitab Wahyu mempunyai penulis yang jelas yang menyebutkan namanya, dan bahwa dalam pandangannya ia mempunyai suatu tujuan yang pasti. Tujuan utamanya bukan hendak meramalkan sebelumnya seluruh seluk-beluk sejarah gereja, melainkan untuk menunjukkan kecenderungan umum dari masa sekarang dan kelengkapannya untuk kedatangan kembali Kristus secara pribadi.







KANON

Kata "kanon" diambil dari kata Yunani kandn, yang berarti sebatang "ilalang", lalu kemudian sebatang "tongkat" atau "balok" kayu, yang karena fungsinya adalah sebagai pengukur, diberi arti metafora "suatu standar".
Kriteria sejati kanonisitas adalah ilham. "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bcrmanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk rnemperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Ada 3 pendapat tentang ilham:
a. Ilham dari tulisan-tulisan ini mungkin didukung oleh apa yang tersirat di dalam isinya.
b. Mungkin ilham mereka dikuatkan oleh pengaruh moralnya. c. kesaksian historis dari gereja Kristus akan menunjukkan nilai yang diberikan kepada kitab-kitab ini,
Pada intinya mereka semua mengandung satu pokok pikiran yang sama yaitu pribadi dan karya Yesus Kristus. Injil adalah riwayat hidup Yesus, Kisah Para Rasul mencatat pengaruh historis dari kepribadian-Nya, Surat-surat mengandung ajaran teologis dan praktis yang bersumber pada penghayatan diri-Nya, dan Wahyu meramalkan hubungan diri-Nya dengan masa depan. Bila kesaksian internal dari karya itu sendiri dan kesaksian ekstemal dari mereka yang mengenai dan menggunakannya sepakat bahwa ia merupakan pekerjaan Tuhan, maka kriteria kanonitas pun dapat dikatakan pasti. Dua hal yang mendukung dalam pembentukan kanon adalah :
a. Kesaksian Internal
b. Kesaksian Eksternal
Kesaksian TidakResmi
1. I Klemens
2. Polikarpus dari Smima (± th, 150)
3. Didakhe
4. Surat Barnabas (± th. 130)
5. The Shepherd ofliermas
6. Yustinus Martir (± th. 100 hingga 165)
7. Zaman Ireneus, yang mencapai puncaknya sekitar tahun 170.
Perkembangan Gnotisisme dan penyimpangan-penyimpangan serupa, mengakibatkan membanjimya tulisan-tulisan pembelaan yang terus berlangsung sampai zaman Origenes (th, 250). Kebutuhan akan suatu pedoman yang mempunyai kuasa mulai terasa dan dengan sendirinya para penulis sanggahan (apologist) itu berpaling pada tulisan-tulisan apostolik.
1. Daftar Resmi atau Kanon
Kanon pertama yang diketahui dianut secara sadar oleh suatu kelom-pok masyarakat yang cukup besar adalah Kanon Marcion, yang muncul sekitar tahun 140. Daftar kedua yang sangat penting adalah Kanon Muratori.
2. Konsili
Pembicaraan resmi mengenai kanon oleh para utusan gereja dalam suatu dewan resmi (Konsili) baru terjadi pada akhir abad yang keempat. Konsili pertama yang membicarakan masalah ini adalah Konsili Laodikia dalam tahun 363. Konsili Ketiga Kartago pada tahun 397 mengeluarkan suatu ketetapan yang serupa dengan Sinode Laodikia dan memberikan sebuah daftar karangan yang sama dengan kedua puluh tujuh.

2 komentar:

Natanael Halim mengatakan...

bro... thanks utk artikelnya.. ijin utk unduh nih. apakah diijinkan? thanks before. GBU

Anonim mengatakan...

trima kasih karena saudara udah membentu dalam menyelesaikan tugas saya